info77 picket fence pre school intenational medan davidwijaya91 medan blog sharing writing

Ada beberapa saat, pikiran saya sering berkhayal terlalu jauh. Melihat orang berjalan kesana-kemari, mobil dan motor yang setiap harinya memadati jalanan, hari libur yang membuat jalan sepi seketika, dan berbagai adegan kehidupan yang ketika saya pandang dengan cukup lama, seakan gerakan visual tersebut menjadi lambat dan membuatku bertanya dalam diri, “apa yang saya lihat? semua ini apa? apa yang mereka lakukan? apa yang saya pikirkan?”. Saya seakan seperti bayi baru lahir yang mencari tahu tujuan dari hidup ini seperti apa.

Apakah ini sebuah proses pencarian jati diri? Terkadang saya sering berpikir, bagaimana untuk menjadi diri yang berbeda dengan yang lain? Katakanlah tidak ada yang beda, apakah itu yang saya inginkan? Atau demi orang lain kita menjadi sebuah pribadi tertentu? Bagaimana untuk mendengar bisikan hati yang terdalam mengenai apa yang kita inginkan dalam hidup ini? Semua pertanyaan akan kembali dengan sebuah pertanyaan sederhana: Apa yang kita cari? Apa yang saya cari? Mencari suatu kesibukan baru yang kemudian akan membuatnya menjadi rutinitas. Rutinitas akan membuat sebuah proses pengulangan dan akan berjalan terus hingga suatu saat kita merasa bosan, atau mungkin konsentrasi sudah tidak sebegitu semangatnya seperti dulu, lalu kita pun berhenti.

Ada suatu ketika, saya sangat semangat menjalani hidup. Banyak tantangan dan target kehidupan yang ingin dicapai, deadline yang membuat kita tetap waspada, dan impian yang membuat kita tetap maju walaupun selangkah demi selangkah. Ada suatu ketika juga, hidup ini terlalu kosong penuh kejenuhan. Sulit mengatur diri seakan diri ini memberontak namun tidak dapat menenangkannya. Kebiasaan tidur pada saat dini hari, sekitar jam 1 atau 2, sedang menjadi perlawanan batin yang sampai sekarang masih sulit dilawan. Saya teringat, dulu saya pernah menasehati teman yang sering tidur di jam segitu, dan dengan mudahnya saya bercuap nasehat  dan segala perkataan positif sehingga itu terasa mudah bagi saya, namun sebenarnya tidak bagi orang yang berada di posisi tersebut.

Hidup yang membuat kita harus merasakan kekurangan agar bisa menghargai kelebihan. Merasakan sakit agar menghargai kesehatan. Merasakan kekecewaan agar menghargai kepercayaan. Dan, merasakan pengalaman agar menghargai kehidupan. Mungkin, hidup ini harus dibuat sederhana. Tidak perlu berpikir terlalu kompleks sejauh kita tidak merugikan orang di sekitar kita. Tidak perlu membandingkan sejauh kita hidup sesuai dengan kemampuan. Hidup memang harus dijalani sejauh kita masih memiliki jatah yang tidak tahu kapan itu akan habis. Saya hanya perlu sebuah prinsip hidup, ditambah konsistensi untuk mempertahankannya, beserta sebuah semangat dalam menjalaninya. Saya tidak ingin kecewa dimana pada akhirnya saya mendambakan waktu harus diulang kembali. Hidup ini memang seperti drama, namun drama kehidupan ini tidak bisa diputar kembali ataupun diulang seperti siaran ulang televisi.

Saya hanya perlu mencari waktu untuk terus merefleksikan diri, sejauh mana pikiran ini bertumbuh, sejauh mana prinsip hidup membuatku benar-benar hidup, dan sejauh mana saya bisa mendengar bisikan hati ini. Walaupun saya tidak menjamin tidak ada kekecewaan di akhir, namun setidaknya saya telah berusaha menyeimbangkan setiap aspek dalam kehidupan saya. Semoga saya bisa mengolah diri ini dengan baik. Sadar dengan sifat dan kebiasaan buruk yang sulit dilepas, dan mengatur waktu dengan baik agar kesempatan emas yang sudah datang tidak menjadi sia-sia. Terima kasih atas segala pengalaman hidup yang telah saya jalani sampai saat ini. Semoga jodoh baik selalu memberikan dukungan semangat yang positif agar hidup tidak hanya sekedar bernafas.

Rabu, 14 Oktober 2015

2:00 WIB

Advertisements