motivator the power of public speaking kiat sukses berbicara di depan publik Charles Bonar Sirait national best seller bukuBuku berikutnya yang bakal mendampingiku menjalani keseharian hidup ke depannya adalah buku The Power of Public Speaking karangan Charles Bonar Sirait. Kebetulan buku ini merupakan hadiah dari teman, dan bisa dikatakan mereka tidak salah memilih buku tersebut. Makasih ya! HaHa. Dari dulu, saya sangat tertarik dengan dunia “berbicara” di depan umum sejak SMA sampai sekarang, dan sangat antusias mendengar setiap orang yang berbicara di depan publik dengan cara dan style mereka yang unik.

Saya sangat bersyukur dengan beberapa kesempatan yang diberikan kepada saya untuk melatih kemampuan berbicara dalam beberapa kegiatan organisasi. Kesempatan yang berharga dimana saya bisa kembali “mengantongi” ilmu berbicara melalui buku pemberian ini. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan dari buku ini karena masih beberapa lembar saja yang terbaca. Namun, yang pasti, kata pengantar oleh Prof. Rhenald Kasali, Ph. D. membuatku tercengang dengan paragraf awal yang sangat mengena di hatiku.

” Ada begitu banyak orang yang terpengaruh oleh orang-orang yang kita sebut “motivator”. Bahkan banyak anak-anak muda yang sekarang mencantumkan dalam agenda cita-citanya, “ingin menjadi motivator”. Seakan-akan motivator adalah profesi yang dapat dibentuk, memberi penghasilan yang layak dan patut dikejar. Semua itu tentu saja keliru. Tak ada seorang pun yang berhak menyebut dirinya motivator. Sebab motivator adalah sebuah julukan yang datang dari masyarakat. Julukan itu diberikan karena pengaruh yang diberikan oleh motivator itu, bukan karena profesinya. Dan pengaruh itu sendiri hanya bisa muncul dari pribadi yang menarik, dari dalam pribadi seseorang yang mengalami sesuatu dan menyampaikannya dengan bahasa jiwa, bukan bahasa uang atau pekerjaan. “

Jujur saja, saya pernah bercita-cita ingin menjadi motivator, namun saya selalu merasa itu terlalu kejauhan dan tidak mudah. Sampai-sampai saya pernah mengurungkan niatku dan tidak berani menuliskannya sebagai cita-cita yang benar-benar ingin saya capai. Coba bayangkan, kadang memotivasi diri sendiri pas down aja susah, gimana bisa memotivasi orang lain lagi? HaHa. Setelah memahami kalimat tersebut, ternyata seorang motivator itu memang tidak disebutkan, melainkan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari bersama orang-orang di sekitar kita. Untuk itu, mengapa saya sangat yakin bahwa setiap orang dapat menjadi seorang motivator yang “tidak terkenal” namun mampu mempengaruhi orang di sekitarnya baik secara langsung maupun tidak, baik terhadap orang lain maupun dirinya sendiri. So, let’s start it with ourselves. Ayo mulailah dari diri kita sendiri (:

Advertisements