time management bagaimana mengatur waktu jadwal kegiatan yang padat managemen waktu reschedule time info77 davidwijaya91 david wijaya medan indonesia mie tarek souvenir 3d pop up card (1)Yoo! Nampaknya kesibukan ke depan bakal semakin padat. Kegiatan organisasi yang mulai mengadakan acara-acara besar, persiapan Mie Tarek yang masih butuh renovasi yang lebih mendetail, beberapa projek baru 3D Pop-up Souvenir dan orderan beberapa customer yang masih pending, research dan hunting beberapa keperluan usaha, perkuliahan entrepreneur online untuk kelas yang baru di bulan Februari nanti, pembelajaran otodidak di beberapa bidang, seperti Adobe Illustrator & WordPress, serta beberapa projek doodle & desain logo untuk keperluan sebagian orang dan juga komunitas. Kondisi seperti ini kadang kala bisa datang kapan saja seperti beberapa pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Semua ini sangatlah wajar karena ada kalanya bisa sibuk tak menentu, namun ada kalanya gak tau mau kerjain apa. Hidup ini kadang terasa hampa, namun kadang terasa sungguh berarti. HaHa. Ketika sudah ada tanda-tanda mulai sibuk seperti ini, maka cara yang paling efektif untuk mengatur semua kegiatan tersebut adalah reschedule time. Membuat kalender pribadi di sebuah agenda dan menuliskan kegiatan sehari-hari, target, dan deadline yang harus diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. Cara ini udah saya terapin sejak SMA dan sangat efektif bagi saya yang memori ingatannya sangatlah terbatas. HaHa.

time management bagaimana mengatur waktu jadwal kegiatan yang padat managemen waktu reschedule time info77 davidwijaya91 david wijaya medan indonesia mie tarek souvenir 3d pop up card (2)Mulai bulan Oktober 2013 lalu, saya meng-upgrade kalender “tambahan” pribadi saya ke dinding yang dikhususkan untuk beberapa projek penting, terutama orderan 3D Pop-up Souvenir dari customer. Pesan dituliskan di sebuah notes kecil dan ditempelkan di tanggal kalender tersebut. Reminder dari kalender dinding ini lebih kuat pengaruhnya karena selalu nampak setiap saat dibandingkan kalender agenda yang tidak selalu dibuka dan terlihat. Walaupun begitu, cara ini bisa belum tentu bisa maksimal. Kalau sering memanjakan diri dan gak mengatur prioritas, maka semuanya juga bisa amburadul. HaHa. Saya masih perlu banyak belajar di kedua bidang tersebut.

Yah, begitulah. Bukan pengen sok sibuk, tapi inilah kenyataan hidup yang harus saya jalani. Semoga semuanya bisa berjalan dengan maksimal, semoga bisa terus belajar menerapkan managemen waktu yang semakin terorganisir, semoga bisa terus mengembangkan passion yang sedang didalami, dan semoga jodoh baik senantiasa terjalin dengan orang-orang di sekitar. Tetap semangat! Dan… sebuah quote bijak sebagai penutup tulisan ini (:

It’s not enough to be busy; so are the ants. The question is: what are we busy about?

(Henry David Thoreau)

Advertisements