Ada suatu kondisi dimana kita merasa tertekan dengan segala tanggung jawab yang harus dikerjakan dan segala keinginan orang yang harus kita penuhi tanpa memikirkan bahwa kita juga punya kerjaan dan keinginan sendiri!

Rasanya ingin teriak, “Helloo! I am a human being and I need to enjoy my world too!“. Dan, anehnya rasa tertekan itu kebanyakan asalnya bukan dari diri sendiri (seperti perasaan galau atau stress), tetapi dari luar alias orang lain yang membuat kita merasakan ketidaknyamanan tersebut. Dulu, waktu ngajar les, kondisi tertekan itu saat saya tidak bisa memenuhi harapan orang tua murid untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Kondisi tertekan saat murid tidak bisa berperilaku baik dan mengganggu proses ngajar mengajar, yang akhirnya berpengaruh ke murid yang lain. Kondisi tertekan saat tugas murid belum siap semuanya dan jadwal ujian sudah mendekat. Belum lagi, waktu kuliah, kondisi tertekan saat ada beberapa orang yang tidak peduli dalam tugas kelompok. Kondisi tertekan saat skripsi yang menguji kesabaran dan kepedulian. Kemudian, kondisi tertekan dimana banyak pesanan datang dan harus terkejar deadline dari customer. Dan, segala kondisi yang membuat kita ingin menjerit,

Arrggghhhh!!! I REALLY want to END this life!“.

Tapi, ada juga suatu kondisi dimana kita melihat sebagian orang di sekitar kita telah mulai menuju tingkat kesuksesan hidup mereka. Mereka telah menentukan jalan hidup mereka yang sebenarnya dan mereka terus berkembang tanpa henti dengan penuh pembelajaran dan aktif berkarya. Saya mulai berpikir, apakah mereka tidak pernah merasa tertekan dalam hidup mereka. Logikanya, mereka seharusnya lebih tertekan dari saya. Semakin berkembang seseorang maka semakin banyak tekanan yang harus dilaluinya, dan pemikiran ini menyimpulkan bahwa tekanan yang saya hadapi masih belum seberapa dengan mereka di luar sana yang hidup dalam tekanan, yang akhirnya membuat mereka semakin kuat dan tegar. Mereka seorang pekerja keras juga pekerja cerdas, dengan kepribadian yang jujur serta kreatif. Kita tidak bisa munafik bahwa saat tertekan, kita pasti merasakan ketidaknyamanan dan ingin memberontak, namun seandainya kita tidak terlalu fokus melayani pemberontakan diri kita dan kita lebih memikirkan “orang lain” yang hidupnya lebih tertekan dan lebih tegar, maka saya yakin sedikit demi sedikit kita dapat bertahan dan menjadi modal kita menghadapi tekanan hidup lainnya yang sedang menanti di depan saat kita mulai menjalani kesuksesan hidup kita.

david wijaya medan davidwijaya91 mikroskil gdayx gbg medan indonesia google entrepreneur youth young inspiration

Sekilas inspirasi yang terlintas dari pengalaman hidup akhir-akhir ini. Salah satu inspirasi datang saat mengikuti seminar GDayX Indonesia (Supported by Google) dengan sejumlah narasumber yang muda belia. Kebetulan, berjumpa dengan kawan seperjuangan kuliah Mikroskil dulu, Badia Tarigan Silangit (kiri), sekaligus foto bersama dengan Yansen Kamto (tengah), Google Business Group (GBG) Country Champion Indonesia. Tetap semangat! (:

Baca juga:

+ 3D Pop-up Souvenir Mie Tarek kota Medan

+ 魔漫相机 (DOWNLOAD APLIKASI SKETSA YANG KREATIF & UNYUU)

+ HEY KIDS, KEEP ENJOYING LIFE!

+ A GIRL’S HOPE: LIVE OUR DREAMS

+ FREE VIDEO CONVERTER [RECOMMENDED]

+ Icip-icip di Santika Premiere Dyandra Medan (2)

Advertisements