david wijaya tiga bersaudara brotherhood moral keluarga persaudaraan kompak hidup enjoy life

Ayah Ibu sering mengingatkan kami sebagai anaknya untuk tetap kompak antar tiga bersaudara. Apapun yang terjadi kelak, baik masalah keluarga masing-masing, perbedaan pendapat antar istri masing-masing, masalah uang ataupun hal lainnya yang bisa membuat hubungan kalian bermasalah, maka kalian bertiga perlu diskusikan masalah tersebut bersama-sama. Bisa dikatakan, itulah harapan ayah ibu terhadap kami sebagai anaknya yang suatu hari akan dewasa dan menjalin keluarga baru. Contoh kekompakkan abang adik dapat terlihat dari 4 saudara ayah yang bisa saling mengalah dan tidak perhitungan jika ada masalah yang berhubungan dengan uang. Saya salut dengan mereka dan tentu saya juga ingin kami tiga bersaudara dapat kompak seperti mereka berempat.

Saya masih ingat, 5-7 tahun lebih yang lalu, ketika saya masih SMA dan kedua adik saya masih SD dan SMP, kami pernah beberapa kali bertengkar ketika sudah sampai di rumah (setelah pulang sekolah). Setiap mama mendengar kami mulai bertengkar, maka mama mengambil rotan untuk menghukum kami semua. Walaupun yang bersalah itu salah satu dari kita, tetap semuanya akan dihukum. “Saya tidak mau tahu siapa yang salah. Satu salah, semua salah.”, tegas mama sambil mengangkat rotannya. Beberapa kali mama begitu, bukan berarti kami tidak pernah bertengkar lagi, malah kami coba bertengkar saat mama tidak ada ATAU kami melempar rotan yang dipakainya di belakang lemari agar tidak bisa dipakai lagi. HaHa. Walaupun begitu, yang selalu menyelamatkan kami saat mama mulai naik darah adalah papa kami. Papa yang sering menghadang mama untuk tidak memukul kami, tapi yang lucu adalah ketika mama ingin memukul malah papa yang kena pukul karena ingin melindungi kami. “Kamu jangan ikut campur. Saya sedang mengajarkan moral kepada anak kami!”, tegas mama kembali.

Begitulah sekilas memori yang teringat jika ingin mengenang masa-masa persaudaraan kami ketika di bangku sekolah. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan semuanya sudah mulai bertumbuh dewasa. Masing-masing memiliki pemikiran tersendiri namun semuanya dapat teratasi dengan sikap mengalah dan menghormati satu sama lain. Ada suatu saat, kami dapat mengalah dan menghormati keputusan orangtua kami, namun sering juga orangtua kami dapat mengalah dan menghormati keputusan kami sebagai anaknya. Semua kebaikan dan keharmonisan ini tentu tak lain adalah dari didikan orangtua kami selama ini dan contoh moral yang orangtua kami lakukan terhadap orang lain sehingga menjadi panutan bagi anaknya.  Terima kasih atas jodoh baik ini. Sebagai abang tertua, hanya sebuah harapan kecil, bahwa kita bersaudara dapat menjadi sosok anak yang senantiasa berbakti kepada orangtua selalu dan selamanya.

“Bagaimana kita memperlakukan orangtua sekarang, tidak akan jauh beda dengan bagaimana anak kita akan memperlakukan kita sebagai orangtuanya kelak.”

david wijaya darwin daniel tiga bersaudara brotherhood moral keluarga persaudaraan kompak hidup enjoy life (2)

david wijaya darwin daniel tiga bersaudara brotherhood moral keluarga persaudaraan kompak hidup enjoy lifedavid wijaya darwin daniel tiga bersaudara brotherhood moral keluarga persaudaraan kompak hidup enjoy life (3)

Read this also:

LEKAS SEMBUH YA, KAKEK!

Terima kasih papa

Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, dan Orangtua

Pursuit of Happyness

Advertisements