Mau gak mau, saya harus mengorbankan sesuatu yang saya impikan untuk sesuatu yang lebih penting. Walaupun bukanlah  lebih pentingnya itu semata-mata untuk saya, namun untuk orang-orang di sekitar saya juga. Semalam, ketika saya berdiam diri dan menenangkan diri dari serangkaian kegiatan penyerap energi, saya belajar lebih jelas mengenai makna priority dan passion. Saat ini, saya harus memprioritaskan apa yang semakin dekat di depan mata saya, yaitu usaha kuliner yang akan dijalankan beberapa minggu lagi. Sebuah pengalaman baru yang butuh pengorbanan yang tidak bisa dituliskan satu per satu, namun hanya bisa dirasakan saat benar-benar terjun di dalamnya. Saya sempat tidak siap menghadapi konsekuensi “ketidaknyamanan” saat mulai merintis usaha ini di tahap awal. Sempat berpikir, “Apakah ini memang akan menjadi jalan hidup saya kedepannya? Atau mungkin saya salah memilih jalan?”. Pemikiran ini selalu terbayang saat saya masih merasa tidak siap dan tidak bisa menahan konsekuensi tersebut. Namun, saya telah setengah jalan dan bahkan lebih dari itu. Saya harus meneruskannya dan saya harus memperjuangkannya.

Membuka usaha ternyata tidaklah segampang yang dilihat. Dulu saya merasa membuka usaha itu keren dimana kesenangan demi kesenangan terpancar di bayang-bayang pikiran kita sehingga membuat saya semakin semangat. Namun, sebuah kekeliruan saat tidak bisa mempersiapkan diri menghadapi ketidaksenangan yang muncul untuk menguji mental, maka sekejap saja penyesalan itu bisa datang dan bendera putih tinggal siap untuk dikibarkan. Apapun yang telah dilalui, ini sebuah pengalaman yang berharga. Sebuah passion yang bisa membuat saya tetap bertahan hingga sekarang. Passion tidak hanya membuat saya bertahan, namun membuat saya semakin optimis bahwa banyak harapan-harapan dan ide-ide yang bisa dilakukan lagi DAN LAGI. Saya menyadari bahwa skill saja tidak cukup membuat kita sukses, namun saya yakin passion menjadi kuncinya.

Sebuah prinsip hidup yang menjadi konsep pemikiran saya selama ini: Janganlah menjadi sebatang jarum yang ketika dimasukkan ke dalam air dan diaduk, jarum tidak akan membaur dan tetap menjadi dirinya sendiri. Namun, jadilah sekumpulan garam yang ketika ditaburkan di dalam air dan diaduk, garam pun akan menyatu dengan sekitarnya dan menghilang. Kalimat sederhananya adalah sebuah penyesuaian diri.

Sebuah video kreatif yang menunjukkan sebuah impian yang dicapai oleh seorang perempuan. Selamat menonton! Tetap semangat! Teruslah berkarya! (:

Advertisements