Skripsi hanya tinggal dijilid, dan akhirnya bisa bernafas “lebih” lega lagi. Berakhirnya perkuliahan S1, bukan berarti berakhir sudah kehidupan ini. Masih banyak impian yang ingin dicapai. Belajar dari pengalaman bahwa 1 per 1 tanggung jawab harus diselesaikan dengan baik dan tuntas. Yang bisa sambilan dikerjakan, tetap dikerjakan. Jika managemen sudah kacau, perbaiki dan lanjutkan. Jika tetap kacau, korbankan salah satu dan fokus pada bagian yang diprioritaskan. Masing-masing orang punya caranya sendiri menghadapi managemen kehidupannya, dan itulah cara saya menghadapinya. Itulah pengalaman pribadi yang selama ini saya hadapi.

.

Ada 3 prinsip yang telah menjadi panduan teguh saya dalam menghadapi kehidupan remaja menuju dewasa ini: KERJA KERAS, JUJUR, dan CERDAS. Prinsip ini pernah menjadi jawaban kebimbangan saya atas sebuah pertanyaan, “Bagaimana kita sebagai remaja menghadapi kehidupan dan impian kita yang masih belum pasti dan jelas?” Seorang pembicara memberikan jawaban tersebut dan akhirnya, jawaban tersebut sungguh menyentuh dan menjadi pegangan saya selama ini.

.

Berbicara soal impian dan harapan, ada sebuah video yang sederhana namun memberikan arti yang mendalam. Hidup ini hampa tanpa sebuah harapan. Hidup ini hampa tanpa sebuah impian. Sebuah harapan dari seorang anak perempuan yang menyadarkan kita akan berharganya sebuah impian. Enjoy!

Advertisements