Melanjutkan artikel sebelumnya: Komunitas Bibir Indonesia (1) dan Komunitas Bibir Indonesia (2)

Seminar akan saya selenggarakan di beberapa kota. Tentu, sayalah pembicaranya. Motivasi demi motivasi akan saya hujankan kepada mereka yang pesimis dengan ukuran bibir mereka. Seandainya jumlah anggota semakin detik semakin banyak, maka saya akan membagi komunitas ini menjadi 2 divisi, yaitu divisi Bibiras dan divisi Bibirah. Divisi Bibiras terdiri dari anggota dengan bibir atas yang lebih tebal, sedangkan divisi Bibirah terdiri dari anggota dengan bibir bawah yang lebih tebal. Pasti ada satu pertanyaan, “Bagaimana kalau bibir atas dan bibir bawah sama-sama tebal?” Nah, mereka memiliki kesempatan besar untuk menduduki posisi ketua dalam program kerja saya tadi: BLT, KBRI, CLBK, dan OMB-PDA. Jika berprestasi, salah satu dari mereka akan menggantikan posisi saya saat saya sudah pensiun nanti. HaHaHa!

Dua divisi ini akan mendukung Komunitas Bibir Indonesia layaknya kaki kiri dan kaki kanan. KBI akan menjadi komunitas terkuat sepanjang sejarah. Namun, ada satu pemikiran yang sempat terlintas, “Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki bibir yang besar dan tebal?” “Apakah mereka akan mengorbankan uang mereka untuk melakukan operasi bibir besar-besaran demi bergabung dengan KBI ini?” Ini bisa gawat! Jati diri mereka akan hilang jika hal itu sempat terjadi. Akhirnya saya menemukan satu solusi. Melalui dana yang telah terkumpulkan dari KBI ini, saya akan mendirikan perusahaan supermultiraksasa yang dinamakan ‘Bibir Computer Company’. Perusahaan ini akan mempekerjakan mereka yang hanya memiliki bibir yang kecil dan tipis. Berhubung saya merupakan pendiri perusahaan tersebut, saya akan menambahkan nama belakang saya menjadi Bibir Jobs. Saya akan menghasilkan perangkat keras tercanggih di tata surya ini, yaitu iBibir. Setiap pembelian iBibir akan mendapatkan sebuah lagu fenomenal ‘Bibir Gangnam Style’ secara gratis. HaHaHa!

Okee, saya akan melanjutkan lagi semua imaginasi menarik ini setelah selesai mandi. Seperti biasa, sebelum mandi, saya harus menggosok bibir gigi terlebih dahulu. Ternyata ini di luar dugaan! Saat saya berkaca memandangi gigiku, ada dua warna kecil yang menutupi sebuah gusi di sebelah kanan. Itu adalah potongan cabe merah dan cabe hijau yang nyangkut di sana. Saya terdiam dan tidak jadi mandi. Saya duduk termenung di kursi toilet dan terus berpikir, “Apakah gara-gara kombinasi dua cabe yang menyolok ini, mereka jadi memperhatikan bibirku yang ternyata besar dan tebal ini?” “Seandainya tidak ada cabe tersebut, apakah mereka tetap memandangi bibirku?” atau “Jangan-jangan orang-orang yang memandangi bibirku tadi sebenarnya hanya memandangi kombinasi dua cabe di gigiku saja?” Sia-sia donk imaginasi saya mengenai Komunitas Bibir Indonesia tadi! Tidaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk!!!!

Baca juga:

GOOD LUCK – BAD LUCK – NO LUCK

MANAGEMENT – MASTER HSING YUN

Jika saya ingin menjadi kakek seperti itu, bagaimana dengan kamu?

Halloween Haunted Surprised – BLIA YAD Indonesia

Karma – Cause & Effect

Advertisements