Saatnya melanjutkan kembali cerpen komedi mengenai Komunitas Bibir Indonesia yang terpampang di artikel sebelumnya: Komunitas Bibir Indonesia (1). Saya hanya membaginya menjadi 3 bagian, jadi gak panjang-panjang amet. Digabungkan takut jadi semak artikelnya. HaHa. Oke deh, inilah kelanjutannya bagian 2. Selamat menikmati (:

Mereka berdua pasti telah membaca isi pikiran saya. Yes! Saya benar-benar puas telah membalasnya. Kami bertiga seperti dalam perang pikiran alias Mind War layaknya  perang antara Professor X dan Magneto dalam film X-Men. Saya pikir telah memenangkan perang tersebut namun ternyata tidak. Sehabis seminar, saya hendak pulang meninggalkan ruangan seminar. Saat melangkahkan kaki terakhir untuk enyah dari ruangan tersebut, saya berjumpa dengan dua cewek tersebut lagi. Dengan riangnya, mereka menatap bibirku. Saya hanya bisa tersenyum dan berkata, “Selamat tinggal!” dan berharap tidak bertemu mereka lagi.

Selama perjalanan pulang, wajah mereka berdua terus terbayang dalam pikiranku dan ini sangat menyebalkan! Apalagi, saat berada dalam lift, saya harus menghadapi puluhan mata orang-orang yang terus memandangi bibirku, baik yang disengaja maupun tidak disengaja sekalisaja. Keluar dari lift merupakan impian terbesar saya saat itu. Lagi lagi, wajah orang-orang lift terbayang dalam pikiranku beserta dua cewek tadi! Tapi saya berusaha melupakan semua itu karena saya harus bergegas naik angkot untuk pulang ke rumah dan mandi.

Saya sempat berdesak-desakan saat di angkot. Saat kami semua saling menatap, hati saya berjerit keras, “Kenapa kalian semua menatap bibirku terusssss? Apa yang salah dengan bibirku ini? Bibir kalian itu yang kecil dan tipis! Sadarlah wahai manusia angkot!”

Sesampainya di rumah, sungguh banyak wajah orang di pikiranku. Mulai dari dua cewek yang telah berperang pikiran denganku, orang-orang lift, dan para wahai manusia angkot. Andaikan saya diberikan satu permintaan untuk dikabulkan, saya ingin bibir mereka semua menjadi besar dan tebal seperti saya. Mereka akan menyadarinya esok hari saat bangun pagi, terkejut lalu merasa bersalah karena telah berpikiran macam-macam dengan bibirku ini, terus mereka akan bergegas meminta maaf kepada saya.

Mereka semua akan saya kumpulkan. Saya akan membentuk suatu komunitas besar di Indonesia tercinta ini, yaitu KBI (Komunitas Bibir Indonesia). Komunitas ini bakalan menjadi kumpulan para wahai manusia yang memiliki bibir tebal dan besar. Saya akan menduduki posisi Ketua Umum Komunitas Bibir Indonesia. Saya juga akan menjalankan beberapa program kerja yang luar biasa, seperti BLT (Bibir Langsung Tunai), KBRI (Kedutaan Bibir Republik Indonesia), CLBK (Cinta Lama Bibir Kembali), dan OMB-PDA (Oh My Bibir – Please Dong Ah).

(Bersambung)

Artikel lainnya:

THE MYTH – ENDLESS LOVE

Jika saya ingin menjadi kakek seperti itu, bagaimana dengan kamu?

Terima kasih papa

Advertisements