Dalam masyarakat Jepang, salah satu jenis ikan yang sering diolah menjadi makanan adalah ikan salmon. Ikan salmon akan terasa jauh lebih segar dan lezat apabila saat hendak diolah menjadi masakan, ikan ini masih dalam kondisi hidup. Itulah sebabnya para nelayan selalu memasukkan ikan salmon hasil tangkapannya ke dalam kolam buatan agar di dalam perjalanan menuju daratan, ikan salmon tersebut dapat tetap bertahan hidup. Meski demikian, banyak ikan salmon yang mati di dalam kolam buatan itu.

Lalu, para nelayan mencari cara untuk menyiasati agar ikan salmon di dalam kolam buatan tersebut bisa bertahan hidup. Mereka mencoba memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam kolam buatan itu. Ajaibnya, hiu kecil itu berhasil membuat ikan-ikan salmon di dalam kolam yang sama terus bergerak. Karena risikonya jika tidak bergerak, ikan salmon itu akan dimangsa oleh hiu kecil. Akibatnya, jumlah ikan salmon yang mati semakin berkurang.

Dari kisah itu kita dapat menangkap pesan moralnya yang berharga: Diam membuat kita mati dan bergerak membuat kita hidup. Apa yang membuat kita diam? Ketika tidak ada masalah dalam hidup kita dan saat kita berada dalam “zona nyaman”. Ini bukan berarti kita harus mencari masalah dalam hidup ini. Namun, kita justru cenderung menjadi lengah dan terlena dalam situasi seperti itu. Begitu terlenanya sehingga kita tak sadar kita sudah “mati” secara perlahan.

Lalu, apa yang membuat kita “hidup dan terus bergerak” seperti ikan salmon dalam kisah tadi? Masalah. Termasuk di dalamnya pergumulan dan tekanan dalam hidup. Ketika Tuhan mengizinkan masalah datang dalam hidup kita, naluri kita secara otomatis akan membuat kita terus bergerak aktif untuk mencari cara mengatasi masalah itu. Di saat-saat seperti ini, kita akan mempunyai dan menyediakan banyak waktu untuk mengingat Tuhan dan berdoa kepadaNya. Selain itu, seiring berjalannya waktu masalah ini akan menjadikan kita lebih kreatif dan membuat potensi kita berkembang luar biasa.

Itulah sebabnya kita patut mensyukuri adanya “hiu kecil” yang mendatangi kehidupan kita. Jangan mengutukinya, melainkan kita harus mampu mengarahkan pandangan kita jauh ke depan. Bahwa “hiu kecil” ini secara perlahan tapi pasti akan membawa kebahagiaan dan kebaikan di masa mendatang. Karena “hiu kecil” ini akan “memaksa” kita untuk terus bergerak dan tetap survive di dalam kehidupan guna memberikan potensi kita yang terbaik. Semua masalah yang kita alami itu pada dasarnya merupakan sesuatu yang baik karena itulah yang menggerakkan kita terus-menerus.

Sumber:
Hiu Kecil Dalam Hidup Kita
Penulis : Tim AndrieWongso
Jumat, 02-Desember-2011

Cerita inspirasi lainnya:

Kisah Segelas Susu – Robin Liao

Melakukan hal baik tanpa diketahui orang lain sangatlah mulia – Tiff Lin

Apakah semua orang ingin menjadi pahlawan? – Robin Liao

Mengkritik atau Memperbaiki? – Tiff Lin

Empat Musim dalam Kehidupan – Rosa Lina

Diri sendiri sampai tujuan atau membuka jalan untuk orang lain? – Eric Wijaya

Sometimes [SILENCE] is the Best Answer (Part 2) – Handy Radcliffe

Advertisements