Melihat awan dari kaca pesawat sudah cukup biasa bagi sebagian orang yang sudah sering menaiki besi terbang tersebut. Namun, ada suatu pemikiran yang terlintas saat saya menikmati setiap jepretan pandangan mata saya saat itu. Langit yang sungguh luas tak terhingga. Awan yang berterbangan menyusun hiasan langit-langit di atas bumi. Cahaya-cahaya lampu jalan dan perkotaan yang tidak beraturan namun terlihat unik melalui sudut pandang yang berbeda.

Saya merasa manusia terlihat sangat kecil seperti semut. Sangat kecil. Gak bisa dibayangin lagi dengan semut yang bakal terlihat sekecil apa. Belum lagi bakteri, virus, dan mikroorganisme lain yang masih perlu dilihat dengan mikroskop. Namun, bukan itu yang ingin saya ceritakan.

Manusia memang terlihat sangat kecil dan saya menyadari bahwa manusia itu buuaanyaaakkkk sekali jumlahnya. Luar biasa banyaknya! Saya sampai merasa, saya hanya bagian kecil dari manusia di bumi ini. Presiden sekalipun terlihat sama di besi terbang tersebut. Saya termenung memandang di balik kaca dan suatu pemikiran terlintas, “Manusia termasuk saya sendiri sangatlah kecil. Depresi, kemarahan, kekesalan, kebencian, dan masalah yang saya hadapi sekarang ini hanyalah setetes air di antara samudera yang membentang bumi ini.

Saya merasa masalah saya tidak seberapa dengan masalah dunia di planet Bumi ini. Terkadang saya bisa cukup marah dan emosi dengan suatu masalah yang sederhana, baik dalam keluarga ataupun pertemanan. Saya bisa mengorbankan apapun demi harga diri saya, yang penting saya tidak kalah dalam pertengkaran, dan saya harus menjadi pemenang. Padahal, saya tidak pantas membesar-besarkan masalah tersebut karena masalah itu sebenarnya sungguh kecilnya, yang mudah untuk dihilangkan, hanya dalam sekejap saat saya menyadarinya, saat saya menginginkannya. Masalah saya ternyata tidak sebesar yang saya pikirkan selama ini. ”

Saya cukup lega. Pemikiran tersebut benar-benar menyadarkanku melalui sudut pandang yang berbeda. Ini kelihatan sederhana, namun sungguh berarti dan terasa sungguh damai ketika saya merasakannya, memaknainya melalui hati, menghirup nafas yang dalam, dan tersenyum lepas sembari rasa syukur pun datang saat itu.

Terima kasih, besi terbang!

^^

Advertisements