Ada satu pemikiran bahwa terlibat ke dalam organisasi itu harus punya skill alias keahlian. Menurut saya, itu tidak menjadi faktor terpenting. Skill apapun yang kita miliki atau yang TIDAK kita miliki sekalipun, pada dasarnya berpengaruh dengan sebuah gelas yang kita bawa. Sebuah gelas KOSONG yang siap diisi dengan air.

Gelas KOSONG diibaratkan sebuah hati dan pemikiran yang terbuka, yang siap untuk belajar dan terus belajar. Ada orang yang punya skill yang wow, tapi saat terlibat dalam organisasi, orang tsb malah tidak bisa diterima alias tidak merasa nyaman. Kenapa? Orang tsb tidak mampu menyesuaikan diri, yang membuat dirinya terlihat sombong dan keras kepala karena tidak bisa bersatu dengan kebudayaan organisasi yang telah ada.

Ini memang sungguh aneh. Ada sebuah pepatah, “Lebih baik Anda bodoh tapi mau belajar, daripada Anda pintar namun tidak mau belajar.” Hidup ini tak ada yang namanya berhenti belajar, begitu juga dalam organisasi. Jadi, saat kita telah mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri kita dengan kebudayaan organisasi tsb, skill itu sendiri akan muncul, baik hard skill maupun soft skill.

Jadi, jika sekarang Anda tidak punya skill sekalipun, janganlah berkecil hati. Ini berarti Anda telah memiliki gelas kosong yang siap untuk diisi air, yang siap untuk belajar dan terus belajar. NAMUN, jika sekarang Anda punya skill yang wow, ini akan menjadi hal yang lebih menantang lagi. Anda akan belajar untuk terus beradaptasi dan menyeimbangkan skill kamu dengan kebudayaan yang ada.

Selamat belajar!

Selamat berorganisasi!

Advertisements