Salah satu prinsip hidup yang telah saya jalani dan terapkan semenjak bulan April 2011 adalah BALANCE alias SEIMBANG. Prinsip ini sedikit banyak telah membuat saya berani menghadapi hidup ini yang seperti ombak, naik dan turun, kuat dan lembut, dan prinsip ini pun semakin kuat saat saya menemukan sebuah buku yang berjudul Become A Life Balance Master. Di saat itu, motivasi saya untuk membaca buku semakin besar. Saya menyadari saya telah kurang membaca buku selama hidup saya dan ini tidaklah seimbang. Saya menyadari bahwa saya harus memasukkan “kebiasaan” membaca buku ke dalam lembaran keseharian hidup saya dan akhirnya sekarang itu telah menjadi kebiasaan.

.

Saya akan terus membaca. Saya akan terus menulis. Inilah yang saya seimbangkan antara masuk dan keluar dimana dengan membaca, saya menerima. DAN dengan menulis, saya memberi.

.

Salah satu kesempatan emas yang diberikan oleh BLIA YAD Indonesia kepada saya adalah menjadi narasumber artikel bulanan NEWSLETTER bulan Agustus 2012 lalu. Cukup sayang jika saya tidak membagikan tulisan tersebut di blog info77 ini. Artikel ini berkaitan dengan KESEIMBANGAN HIDUP yang telah menjadi prinsip hidup saya, dan saya coba kaitkan dengan Buddha Dharma. Namun, apapun agama Anda, prinsip ini tidak hanya berlaku untuk agama Buddha saja, namun semua agama. Keseimbangan hidup bersifat UNIVERSAL. Selamat membaca ^^

.

Keseimbangan Hidup

Hiduplah dengan seimbang!

Memang sungguh mudah mengucapkan kalimat tersebut, sedangkan sungguh susah mempraktekkannya. Mudah atau susah itu relatif. Jika kita memahami lebih mendalam arti dari keseimbangan hidup, maka hal ini tidak akan jauh dari ajaran Sang Buddha, yaitu Jalan Tengah.

 .

Loh?! Berarti hidup seimbang itu setengah berbuat baik dan setengah berbuat jahat donk?

Hidup seimbang bukanlah seperti halnya sebuah neraca timbang dimana berat kiri harus sama dengan berat kanan. Namun, hidup seimbang adalah bagaimana kita ‘sadar’ antara apa yang menjadi perhatian kita selama ini dengan apa yang mulai tidak diperhatikan lagi.

 .

Coba kita memahami ilustrasi berikut ini: Bayangkan Anda sedang berdiri di atas papan yang beralaskan sebuah bola. Jika Anda bukan seorang pemain sirkus, Anda pasti terjatuh. Sudah pasti! Namun, kali ini ceritanya beda. Anda adalah seorang pemain sirkus yang ulung. Nah, Anda tidak akan terjatuh. Saat Anda mulai beraksi, kaki kiri Anda bisa terlalu ke kiri atau kaki kanan Anda bisa terlalu ke kanan. Kiri kiri kiri, kanan kanan kanan, kiri kiri kiri, kanan kanan kanan, dan seterusnya. Apakah ini disebut seimbang? Tidak sepenuhnya, namun lebih tepatnya Anda menuju keseimbangan.

 .

Anda sangat fokus dengan pekerjaan sampai Anda lupa menjaga kesehatan, itu tidaklah seimbang.

Anda sangat fokus dengan pendidikan sampai Anda lupa menjalin hubungan baik dengan keluarga, itu tidaklah seimbang.

Anda sangat mengejar kesuksesan sampai Anda lupa pengorbanan orangtua, itu juga tidaklah seimbang.

 .

Jadi bagaimana yang disebut seimbang?

Anda sangat fokus dengan pekerjaan sampai Anda lupa menjaga kesehatan. Saat itu, Anda ‘sadar’ bahwa Anda mulai melupakan kesehatan.

Anda sangat fokus dengan pendidikan sampai Anda lupa menjalin hubungan baik dengan keluarga. Saat itu, Anda ‘sadar’ bahwa Anda mulai melupakan hubungan baik dengan keluarga.

Anda sangat mengejar kesuksesan sampai Anda lupa pengorbanan orangtua. Saat itu, Anda ‘sadar’ bahwa Anda mulai melupakan pengorbanan orangtua.

 .

Lalu, Anda mulai memperhatikan semua hal tersebut. Anda tidak terus berlari lagi, suatu saat Anda bisa berhenti untuk istirahat, dan menyadari apa yang telah Anda lewati dari larian Anda tersebut. Fokus dengan pekerjaan tidaklah salah. Fokus dengan pendidikan tidaklah salah. Fokus dengan kesuksesan juga tidaklah salah.

 .

Coba kita kembali ke ilustrasi sebelumnya saat Anda berdiri di atas papan beralaskan bola.

Misalkan, kaki kiri adalah pertemanan, sedangkan kaki kanan adalah pendidikan. Nah, saat kaki kiri Anda miring ke kiri diibaratkan Anda sedang fokus dengan pertemanan. Anda bergaul dengan banyak teman, menjalin hubungan yang baik dengan teman, hangout bersama teman, dan kegiatan lainnya bersama teman Anda. Tiba-tiba, kaki kiri Anda semakin miring ke kiri. Ini dikarenakan Anda terlalu sering bepergian bersama teman, prestasi menurun, menghabiskan banyak uang, dan tidak memperhatikan waktu dan keadaan. Namun, Anda mulai sadar bahwa itu berbahaya. Gawat! Jika Anda membiarkan kaki kiri terlalu miring, maka Anda akan terjatuh. Akhirnya, Anda sadar. Anda segera menyeimbangkannya dengan memiringkan kaki kanan Anda yaitu memperhatikan pendidikan. Begitu pula sebaliknya sampai Anda bisa mengendalikan keseimbangan hidup Anda sendiri.

 .

Teman-teman seDharma, ini hanyalah ilustrasi sederhana mengenai keseimbangan hidup yang bisa kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga kita senantiasa ‘sadar’ seperti guru panutan kita, Sang Buddha alias ‘Yang Tersadarkan’. Bayangkan saja, sekarang Anda sedang berdiri di atas papan beralaskan bola. Apakah Anda sekarang terlalu ke kanan? Atau mungkin terlalu ke kiri? Apakah Anda sudah hampir terjatuh? Atau, apakah Anda sedang menuju keseimbangan?

 .

Melalui tulisan sederhana ini, semoga kita lebih mengerti, lebih menyadari, dan lebih mempraktekkan keseimbangan hidup dalam diri kita. Ingat, Anda sudah terlahir sebagai “pemain sirkus yang ulung”, tinggal bagaimana Anda “beraksi di atas papan beralaskan bola tersebut”. Jatuh atau tidak, seimbang atau tidak, semua pilihan ada di ‘kesadaran’ Anda. Selamat beraksi ya, pemain sirkus ulung! Ayee!

.

So, inilah tulisan singkat mengenai keseimbangan hidup. Inilah pertama kali saya memberi tulisan yang cukup formal untuk sebuah topik. Tidak tahu apakah ini bisa dimengerti atau tidak. But, this is what I can explain about. Terima kasih atas waktunya. Semoga bermanfaat ^^

.

Coba baca artikel ini juga :

Become A Life Balance Master

Keseimbangan hidup (Balance of Life)

Learn & Balance

Concern & Time Management

.

Advertisements