Next, inspirational story shared by Tiff Lin.

.

Sepasang suami-isteri beruntung mendapatkan tiket untuk kembali ke rumah orangtuanya di Taipei.

Ketika naik bus, ternyata telah ada seorang wanita duduk di tempat duduk mereka.

.

Inilah cerita si isteri :

Suami memintaku duduk dulu di sampingnya, namun tidak meminta wanita ini berdiri.

Ketika kuperhatikan, ternyata kaki wanita itu cacat, barulah aku tahu kenapa suamiku memberikan tempat duduknya.

Suamiku terus berdiri dari Jiayi sampai Taipei.

.

Dari awal, dia tidak ada memberi tanda kalau itu adalah tempat duduknya.

Setelah turun dari bus, aku berkata pada suamiku: “Memberikan tempat duduk pada orang yang butuh memang baik, namun pertengahan perjalanan ‘kan boleh memintanya berdiri agar gantian kamu yang duduk”

.

Suamiku menjawab: “Orang lain sudah tidak nyaman seumur hidup, aku hanya kurang nyaman selama 3 jam saja”

Mendengar perkataan ini, aku sangat terharu karena suamiku sedemikian baik, namun tidak mau orang lain tahu akan kebaikannya, itu membuat diriku merasakan dunia ini penuh dengan kehangatan.

.

Moral story:

Kalau pola pikir dapat dirubah, dunia pasti akan berbeda. Setiap hal dalam kehidupan ini bisa saja berubah, tergantung dari bagaimana cara manusia berpikir dan merubahnya.

Tiap saat manusia dihadapkan untuk memilih antara memaksakan hak atau kewajiban, namun saat kita melepaskan hak dan lebih memilih memberi, disitulah kebahagiaan akan muncul…

Melakukan Hal Baik “TANPA DIKETAHUI ORANG LAIN” sangatlah MULIA… Itulah sebuah “KETULUSAN”

.

Apakah semua orang ingin menjadi pahlawan? – Robin Liao

Mengkritik atau Memperbaiki? – Tiff Lin

Empat Musim dalam Kehidupan – Rosa Lina

Diri sendiri sampai tujuan atau membuka jalan untuk orang lain? – Eric Wijaya

Sometimes [SILENCE] is the Best Answer (Part 2) – Handy Radcliffe

Advertisements