Next, inspirational story shared by Eric Wijaya.

.

Kisah 2 org pria yg akan menuju sebuah lembah yg indah & subur, namun mrk harus melalui sebuah hutan yg sgt lebat ke sana.

Jalan yg harus ditempuh gelap & penuh halangan, tapi jika sampai maka semua akan terbayar.

Kedua pria tsb memulai perjalanan secara bersama² di pagi hari.

.

Lama kelamaan, pria pertama menjadi semakin tdk sabar krn sulitnya medan yg ditempuh.

Dia memutuskan utk secepat mungkin sampai ke lembah. Ia tak peduli semak belukar atau tanaman² tajam yg harus ia hadapi.

.

Ia terus saja menerjang, meskipun semua badannya menjadi sakit.

Ia pun berlari secepat mungkin, shg temannya tertinggal.

Setelah perjuangannya menembus hutan, ia pun akhirnya sampai di lembah tujuannya, meski sekujur tubuhnya sakit. Orang² di sekitar lembah pun memutuskan untuk menolong & merawatnya.

.

Sementara pria kedua masih berada di belakang.

Apa yg dilakukannya?

.

Ternyata ia menggunakan kampak utk memotong semak belukar & tanaman yg mengganggu di sepanjang jalannya menuju lembah.

Meskipun butuh waktu lebih lama, ia memilih utk mempermudah jln utk dirinya sendiri sekaligus bagi org lain yg nantinya ingin menuju ke lembah.

.

2 hari dia lewati & akhirnya ia sampai ke lembah yg dimaksud.

Sesampainya di sana, ia pun bertemu temannya yg terbaring sakit.

.

Keesokan harinya, pria yg membuat jalan di hutan tadi kemudian langsung bisa bekerja bersama penduduk di sana, sementara temannya masih tak bisa berbuat apa-apa.

Banyak orang mulai berdatangan ke lembah yg indah tersebut melewati jalan yg telah dibuat oleh pria kedua tadi.

.

Moral cerita 

Ada dua jalan mengarungi kehidupan.

Pertama seperti yg dilakukan pria pertama tadi yg hanya memikirkan diri sendiri untuk sampai ke tujuan & kemudian perjalanannya berakhir, atau seperti pria kedua yang mau membuka jalan utk org lain, sehingga mereka mendapat berkah dan manfaat dari apa yang telah ia lakukan.

.

Past inspirational story:

Sometimes [SILENCE] is the Best Answer (Part 2) – Handy Radcliffe

Advertisements