.

Pengalaman masa remaja selain “Aku suka ini, aku suka itu, beli deh!” yaitu Yang penting aku happy. Masalah ini hampir tidak jauh beda dengan masalah remaja yang pertama kalinya. Let’s see (:

.

“David, jangan malam-malam pulang yah! Akhir-akhir ini, banyak perampokan dan bahaya kalau keluar masuk pintu malam-malam.”
“Ok mama!”

.

12:00 (tengah malam)
“David! Sudah mau pulang belum?”
“Ok, bentar lagi ma! Ini lagi makan sama teman. Sudah mau siap.”
“Sudah boleh pulang, David! Ini udah jam brp?”
“Iyah, sudah tau laa! Ribut kali loo!”

. . .

“Itu siapa, David?”
“Gak, mama gue itu. Ribut kali, dari tadi ngomel sana ngomel sini. Cerewet kali. Pikirnya saya kek anak kecil aja. Gue udah besar gini masih aja ngatur-ngatur. Huh!”
“HaHa. Mama gua juga sama. Capeh deh. ”

.

Kira-kira inilah ilustrasi yang cukup “ekstrim” terjadi dalam sebagian kehidupan remaja. Jujur, saya pribadi pernah lakuin seperti itu (walaupun gak se-ekstrim illustrasi di atas. HaHa.) karena kadang memang bisa terbawa emosi sih apalagi sedang “happy” dan “enjoy” dengan teman-teman. Nah, tapi oh tapi, ternyata dibalik kesenangan yang sedang kita [remaja] nikmati, orangtua juga sedang khawatir di rumah. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya kita egois loh karena yang penting kita happy aja, sedangkan kita gak mau tau kalau orangtua kita sedang menunggu di rumah dengan penuh kekhawatiran.

.

Pergi bareng teman itu pasti tidak akan terlepas dari kehidupan kita, apalagi kadang bisa keluar ampe gitu malam. Nonton midnight [salah satunya]. Yah wajar aja karena lifestyle kota Medan [khususnya] sudah hampir mendekati lifestyle modern di luar sana. Kadang gak bisa nahan godaan, kadang juga aja segan dengan ajakan teman, kadang mau coba dan akhirnya ketagihan. Wakakaka. Nah, jika solusinya “JAUHI ITU!” maka susah sekali yah! HaHa. So, tips sederhana-nya adalah jalinlah komunikasi.

.

Saat kita hendak keluar rumah, maka komunikasikan “kepergian” kamu dengan orangtua.
.

“Papa, mama, saya pergi dulu yah. Mau ke rumah Jimmy, dekat Jalan Sutrisno sana.”
“Mama, saya pergi makan yah di Merdeka Walk. Agak malam baru pulang. Ini sama teman rame-rame, jadi gak perlu khawatir.”
“Mama, ini bentar lagi saya sudah mau pulang.”
“Papa, mau makan gak? Ini saya lagi di tempat makan juga.”
“Mama, kamu suka makan ini kan? Nanti waktu pulang, mau saya beliin gak?”

.

.

Jadi yah komunikasi seperti inilah yang bisa membantu meringankan kekhawatiran orangtua kita. Pastinya kalau sering sering keluar malam, tips ini juga bakal kelamaan gak mempan lagi. HaHa. Jadi intensitas keluar malam juga harus dijaga. Tips lainnya, yaitu luangkan waktu bersama orangtua saat ada kesempatan buat lakuin itu. Saat ada jumpa, ngobrol dan sharing sebagian kehidupan kamu dengan mereka. Mintalah nasehat dan saran dari mereka. HoHo.

.

So, communication is just our choice.
You start it, then communication just begins (:

.

Advertisements