.

Hari ini (Kamis), saya lalui waktu dengan penuh kebahagiaan. Pagi hari melewati perkuliahan Kriptografi dengan suasana yang cukup interaktif dengan dosen. Tidak tahu kenapa, suasana pagi tersebut telah mengawali hari ku dengan penuh semangat. Kadang bercanda dan tertawa, walaupun tugas segudang serta PR yang dikerjakan pada bersalahan (bukan karena asal-asalan), namun saya bersama teman yang duduk di samping saya, Daeng, masih bisa bercanda tawa dan menjalani perkuliahan dengan perasaan senang tanpa tekanan. Kritografi bisa dibilang mata kuliah yang cukup berat karena tugas yang segudang dan perlu kerja keras serta kedisiplinan.

 .

Jujur saja, saya tidak takut menghadapi mata kuliah tersebut karena kunci keberhasilan adalah pada tanggung jawab dan kedisiplinan. Tidak perlu kamu pintar atau bodoh sekalipun, jika kamu punya tanggung jawab dan kedisiplinan, mata kuliah ini akan cukup menyenangkan. Jujur (lagi), malahan mata kuliah lain yang tugas nya tidak segudang dan terlihat santai dalam melewati perkuliahan, justru itulah yang menjadi mata kuliah yang terberat dan menakutkan. Selain kamu perlu ekstra belajar yang tidak jelas apa yang dipelajari dan kebingungan bisa kapan saja melanda, maka itulah saat terberat yang akan dihadapi.

 .

Tidak banyak yang bisa dikomentari tentang pendidikanku karena semua tergantung pada diri saya sendiri alias mahasiswa/i yang menghadapi perkuliahan. Senin ini merupakan awal menghadapi UTS (Ujian Tengah Semester) dan saya masih bisa bersantai ria (bukan karena malas). HaHa..

 .

.

Hari ini, setelah perkuliahan selesai, saya melanjutkan aktivitas dengan melakukan diskusi bersama untuk perencanaan Managemen Proyek dalam membuat suatu acara. Yah, bisa dibilang gampang-gampang susah dalam membuat suatu event yang merupakan pengalaman baru dengan situasi dan kondisi yang tidak biasanya. Setelah itupun, melewatkan beberapa jam untuk saling sharing video positif dan inspiratif bersama Mety Kholing, Dewi, dan Kent karena memang saya sedang membutuhkan video positif, berhubung minggu ini, saya akan membawakan acara Sunday Class di sesi nonton bersama.

 .

Saling sharing dan akhirnya saya mendapatkan suatu film bernama 3 Idiots dari Dewi. Tidak tahu kenapa, jam 7:30 malam tadi, saya terdorong untuk menonton film tersebut dengan melupakan tugas Kriptografi dan segala hal yang ada di pikiranku. HaHa.. Namun, alasan saya meng-update blog ini adalah karena film tersebut.

 .

.

Apa yang saya dapatkan dari film tsb bukanlah suatu hiburan semata, namun makna positif yang terkandung di dalamnya. Kesimpulan yang saya dapatkan dari film tsb adalah bahwa NILAI dan JUARA bukanlah target kita dalam kuliah ataupun sekolah. Belajar itu bukan MENGHAPAL MATI, namun perlu kita untuk proses melalui pemikiran yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Motivasi untuk menuntut ilmu bukanlah karena ingin mendapatkan nilai A dan menjadi juara kelas. “Kebahagiaan” adalah target kita sebenarnya, bukan hanya berlaku dalam kuliah, namun dalam menjalani hidup juga berlaku.

.

.

Di film tsb, ada mahasiswa yang dituntut untuk mengambil jurusan Teknik yang dipaksa oleh orangtuanya, namun di dalam hati mahasiswa tsb bukan itulah kesukaan anaknya. Anak tsb pun menjadi takut karena tidak berani menolak kemauan orangtuanya. Bunuh diri terjadi. Jika tidak bunuh diri, maka selama hidup anak tsb akan dihantui rasa bersalah dan menyesal, serta hanya berbaring di tempat tidur dengan rasa sakit karena stress. Itu persepsi yang benar-benar salah jika target kita adalah kesuksesan, nilai, dan juara.

 .

Dengan target kebahagiaan, jalinan pertemanan dan kehidupan kita tidak akan menjadi monoton. Belajar bukan hanya terbatas dalam menuntut ilmu, tapi bagaimana belajar menghadapi masalah di sekitar kita, belajar bagaimana menjadi seorang berkarakter baik dan kreatif, belajar membagi waktu antara pendidikan dengan kegiatan lain, belajar menjadi seorang panutan bukan karena kepintarannya, namun kharisma dan ketulusan hati-lah yang menjadikan kita sosok yang baik dan ramah. Tidak berbohong diri, berani mengutarakan keinginan seorang anak kepada orangtuanya, dan tidak mengejar “kesuksesan” namun mengejar kebahagiaan, serta sosok yang bertanggung jawab.

 .

Walaupun orangtua mungkin akan membantah kita, namun buatlah mereka mengerti bahwa jika kita sebagai anak merasa bahagia di kemudian hari bukan karena menjadi sosok idaman orangtua kita, suatu saat orangtua kita juga akan merasa bahagia. Buktikan dengan keseriusan kita bahwa jalan yang kita pilih bukan karena ikut-ikut orang, namun itulah yang menjadi motivasi kita untuk lebih baik.

 .

.

Ada suatu kalimat yang saya kutip dari sana, kira-kira kalimatnya seperti ini, “Ayah, walaupun saya seorang fotografer kemudian gajiku sedikit, rumahku kecil dan mobilku kecil,  namun saya merasa bahagia, Ayah. Saya benar-benar bahagia. Ini saya lakukan demi Ayah dan saya akan melakukannya benar-benar dari hatiku.”

 .

Yah, saya sangat sangat sangat terharu dengan film tsb. Favourite one, guys!!!

Saya juga pernah bilang dengan Divisi Kreativitas Bitsmikro bahwa target kuliah saya bukanlah mencari nilai. Semakin dikejar, maka akan semakin jauh. Namun, bagaimana kita bisa menikmati perkuliahan kita, menjalin hubungan yang baik dengan teman, bekerja sama, memiliki tanggung jawab, disiplin dan kerja keras. Seiring berjalannya waktu, kesuksesan bisa datang dengan sendirinya. Tanpa kamu sadari, nilai tinggi bisa kamu capai walaupun itu bukan harapan kamu satu-satunya dalam hidup.

 .

.

Jadilah seorang teman yang bisa menjadi sosok motivasi terhadap yang lain. Jika seseorang bisa semakin baik karena kita, maka moral dan kharisma kita sudah naik setingkat. Boleh-boleh saja kita menjadi seseorang yang fun dan ceria, namun saat memang dibutuhkan keseriusan, maka saat itulah kita melakukannya. Mencapai hal yang baik dan demi tujuan yang berguna terkadang perlu pencapaian yang tidak menyenangkan. Contoh kecilnya, orangtua yang memarahi kita, bukan karena mereka tidak sayang dengan kita, tapi demi perkembangan moral kita. Kita memiliki impian yang tinggi dan itu wajar karena kita berada di masa remaja, namun pertimbangkan dengan bijaksana antara impian, keinginan, kemampuan, dan apa perkataan oleh hati kecil kita.

 .

.

Yah, minggu ini, semoga saya bisa membawakan acara Sunday Class dengan penuh hati yang damai bersama panitia, teman-teman, dan pengunjung yang datang. Semoga saya dapat menyajikan beberapa film favorit yang bermakna, dan film tsb bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi mereka (dan juga saya sendiri) untuk menjadi karakter yang lebih baik. Semoga minggu ini saya bisa memberikan dan menjelaskan suatu pandangan yang benar dalam bentuk motivasi Dharma yang menjadi dasar keagamaan kita menghadapi lembaran-lembaran kehidupan.

 .

.

Saya sangat bersyukur dengan kehidupanku sekarang ini. Memiliki kehidupan dengan kondisi yang berkecukupan, keluarga yang tidak bermasalah kritis, orangtua yang bisa menjalankan perannya sebagai wiraswasta yang penuh kerja keras dan bertanggung jawab sebagai ayah, dan ibu rumah tangga yang setia dan berpegang teguh dalam mendidik moralitas anak-anaknya, adik-adik yang bisa dididik dengan bijaksana dan mengerti satu sama lain, memiliki teman di sekitar yang tidak mencelakakan saya, yang tidak membenci dan bermusuhan dengan saya, bisa menikmati momen perkuliahan dengan penuh rasa riang dan bahagia, dan melewati masa-masa remaja bersama mereka dan teman-teman di organisasi, baik BLIA YAD Indonesia maupun Bitsmikro. Bersyukur karena ada orang-orang sekitar yang bisa memotivasi saya untuk menjadi lebih baik, bukan malah menjatuhkan moralitas saya. Bisa bergaul antar sesama. Bisa diberikan kepercayaan sebagai panitia, kepercayaan sebagai ketua, dan kepercayaan sebagai anak tertua dalam keluarga untuk menjadi contoh yang baik kepada adik-adiknya.

 .

Terima kasih atas jodoh yang baik ini. Semoga kebagiaan yang saya rasakan ini tidak hanya terbatas pada diri saya, namun bisa saya bagikan dengan orang-orang di sekitar saya. Saya masih belajar dan belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik, bukan karena pendidikan tapi lebih baik dari segi moral, tanggung jawab, kedisiplinan, kreativitas, dan kemurahan hati.

 .

Terima kasih semuanya dan semoga orang-orang di sekitar ku, baik yang mengenal diriku maupun tidak, dapat menjalin jodoh yang lebih baik lagi antar sesama, bisa semakin bersemangat dan dapat memotivasi antar sesama. Mencintai keluarga, saling menyanyangi dan saling memberikan walaupun hanya sebuah senyuman kecil. (:

 .

.

Waktu menunjukkan pukul 11:34 malam, dan tugas tidak sedikitpun tersentuh. Saatnya untuk tidur dan besok perjuangan kerja keras akan dimulai. Good luck buat ujianku, dan yang pasti good luck juga sebagai pembicara di Sunday Class minggu ini.

Jiayo! (:

Advertisements