Kamu naik kuda,
Sedangkan saya naik keledai.
Tampaknya kamu lebih baik dari saya !
Saat saya menoleh ke belakang, saya melihat seseorang mendorong gerobaknya.
Beberapa lebih baik dari saya,
Tetapi ada beberapa yang kurang beruntung dibandingkan saya.

.

Di dunia ini, kita tidak boleh membandingkan diri kita dengan orang lain. Jika kita melakukannya, maka secara konstan kita akan merasa frustasi. Kita juga tidak boleh terlalu perhitungan. Orang yang sangat perhitungan akan secara konstan membawa dirinya menuju peperangan sengit yang tidak akan pernah membawa kedamaian.

.

Kamu naik kuda, sedangkan saya naik keledai”. Kamu selalu dapat menemukan orang yang lebih bak dari Anda. Kamu naik mobil impor sedangkan saya naik mobil domestik. Kamu naik mobil sedangkan saya hanya naik motor. Kamu naik motor sedangkan saya hanya naik sepeda. Tetapi, “Saat saya menoleh ke belakang, saya melihat seseorang mendorong gerobaknya.”. Ada banyak orang yang bahkan tidak memiliki sepeda dan mereka pun harus berjalan kaki. Kita perlu mengerti bahwa walaupun banyak orang yang lebih baik dibandingkan kita, namun ada juga orang yang kurang beruntung dibandingkan kita. Kita perlu merasa senang dengan situasi kita dan tidak selalu mengharapkan lebih. Jika kita harus membandingkan, jangan di ruang lingkup kekayaan, popularitas, ataupun kemewahan. Tetapi, kita membandingkan di segi etika, keahlian, pengetahuan dan kemurahan hati untuk memaafkan. Kita harus lebih baik di segi tersebut.

.

Syair di bawah ini memberitahukan kita untuk merasa senang dengan situasi kita. Ijinkan saya untuk memberitahukan syair dari seseorang dengan kepribadian jahat yang tidak pernah senang dengan situasinya:

.

Pertama kali, saya bekerja keras demi makan sebanyak 2 kali, kemudian itu digunakan untuk pakaian yang indah
Sekarang saya memiliki pakaian yang indah, saya pun menjalani hidup bersama seorang istri yang cantik
Sekarang saya memiliki istri yang cantik, saya menginginkan sebuah kereta kuda yang bagus
Sekarang saya memiliki kereta kuda yang cepat, saya menginginkan sebuah lahan pertanian yang subur
Sekarang saya memiliki sejumlah tanah subur yang luas
Saya mengingkan sebuah jabatan pemerintahan untuk menarik perhatian orang
Saya tidak ingin memulainya dari bawah tangga,
Maupun di tengahnya
Ketika saya berada di atas tangga, saya ingin menjadi kaisar untuk sementara waktu
Ketika saya menjadi kaisar dan semuanya berjalan lancar,
Saya menginginkan hidup selamanya,
Tidak ada akhir dari keinginan saya, sampai suatu hari saya pun meninggal dengan keengganan

.

Melalui syair ini, kamu dapat menceritakan bahwa tidak ada akhir dari keinginan dan impian kita. Kebahagiaan seseorang tidak bergantung pada jumlah uang yang dimilikinya ataupun jabatan yang didudukinya. Terkadang, uang dapat membuatmu sakit kepala dan jabatan yang menggiurkan dapat membawamu khawatir. Kita tidak perlu egois. Kita tidak harus selalu mengambil, tetapi juga memberi. Seseorang yang hanya tahu bagaimana mengambil, tanpa memberi, tidak akan merasa bahagia.

.

. . . (bersambung)

.

.

Baca juga:

Cloud & Water (1)

Cloud & Water (2)

.

Advertisements