Tepatnya hari Sabtu tanggal 23 Juli 2011, saya menghadiri sebuah kegiatan muda-mudi yang cukup unik dan asyik, yaitu klub memasak (Cooking Club). Cooking Club ini merupakan salah satu program dari BLIA YAD Indonesia dimana club ini pun diketuai oleh Nova Halim dan Eric Wijaya.

Kebetulan nih, saya ingin meliput kegiatan mereka untuk dijadikan bahan liputan YoSH! (Youth on Spot History!). Kenapa harus di hari tersebut yah? HaHa.. Karena tema yang mereka terapkan di hari tersebut adalah memasak ala SuShi Vegetarian. Wah! Apa bisa? HaHa.. Karena penasaran dengan kreativitas dan tantangan yang mereka buat, saya juga semakin tertantang untuk mengetahui kegiatan mereka tuh.

Kegiatan tersebut pun dilakukan di One Heart One Dream Studio di pukul 13:00. Awalnya saja mereka sudah semangat dalam mendengar instruksi dari Nova Halim dan Jessica. Penjelasan alat dan bahan sangat diperlukan loh agar bahan tidak terbuang habis alias lebih hemat DAN pengetahuan akan bahan dan alat tentu menjadi keharusan sebelum kita terjun lapangan. Syiiuuuttt!

Ini pengalaman yang cukup menarik bagi saya karena ada suatu momen dimana saya bisa berbagi Dharma bersama mereka semua setelah terpilihnya pemenang SuShi TERLEZAT dan SuShi TERFAVORIT. HaHa

Memasak tentu ada suatu Dharma di dalamnya DAN mereka perlu ada fondasi akan pengetahuan Dharma tersebut.

1. Berkata yang Baik

Saat memasak, tentu kita tidak selalu sendiri. Dengan kekompakkan antar sesama, suatu masakan bisa dibuat dengan lebih cepat nan special. Hubungan kekompakkan tidak akan lari dari suatu komunikasi. Nah, jika komunikasi kita tidak baik seperti “Hey, ambilkan saya ini!” “Aduh, kok bego sih! Kok garam dulu ditaruh baru telur?!” “Ntah masak apa kamu? Gitu aja pun tidak bisa?” “Cepetan donk!” “Makanya lain kali masak itu pake perasaan!”

Bisa bayangkan suasana memasak tersebut? Tujuan memasak bukan hanya untuk menghasilkan masakan yang lezat saja, namun menjalin hubungan yang harmonis melalui komunikasi yang menyenangkan. Memasak pun akan terasa lebih asyik!

2. Berbuat yang Baik

Memasak merupakan perbuatan yang baik dimana kita bisa melayani orang melalui masakan lezat kita. Tidak lari dari ibu kita yang senantiasa memasak untuk kita. Tidak lari juga dari ayah kita yang senantiasa berjasa di belakangnya. Dari memasak, kita belajar untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri, namun orang lain juga perlu kita sadari. Menurut kita asin itu enak, belum tentu orang lain mengatakan asin itu juga enak. Menurut kita sayur lebih banyak itu enak, belum tentu orang lain berpikiran yang sama. Bisa saja karena kita suka makan sayur, makanya kita mengatakan sayur harus banyak baru dikatakan enak. HoHo

3. Menerapkan Hati yang Baik

Ada sepotong lelucon:

Si A berkata dalam hati, “Ah, saya benci kali sama si B. Saya taruh garam banyak-banyak saja! Supaya bisa rasain tuh gimana rasanya.”

Wah! Jika kita menerapkan hati yang tidak baik, tanpa kita sadari, akibat dari perbuatan tersebut dapat mencelakakan diri kita sendiri.

Nah, coba bayangkan jika si B makan kemudian merasa asin dan muntah di depan muka si A? Bukannya makin parah? HaHa..

Lelucon singkat tadi mungkin terlihat sepele, tapi jika perbuatan yang tidak baik tersebut sering dilakukan dan bertambah besar, maka tidak menutup kemungkinan akibat yang kita dapatkan nanti juga tidak sepele lagi.

 .

.

Yah, sebenarnya cukup salut dengan kekompakkan member Cooking Club BLIA YAD Indonesia kali ini. Pengalaman yang sangat berharga, bisa melihat teman-teman kita menyalurkan hobi untuk saling bekerja sama menghasilkan suatu makanan hasil kreasi mereka sendiri. Bisa saling berbagi pengalaman dan tentu bisa belajar Dharma dari kegiatan memasak ini.

 .

.

Terima kasih karena telah menjadi inspirasi bagi saya untuk belajar lebih banyak lagi dalam menghargai teman-teman di sekitar kita. Saya pun menyadari bahwa tujuan memasak bukan hanya menghasilkan makanan yang lezat saja, namun keharmonisan dan kebersamaan juga termasuk didalamnya.

 .

Saya juga menyadari bahwa kerja keras dari seorang koki tidak ternilai harganya dibandingkan masakan yang dihidangkan di depan meja kita dan tinggal dilahap dengan lezatnya.

 .

.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa saling berbagi, dan bisa menjadi inspirasi & cerita yang berharga di dalam kehidupan saya. Salut dengan kreativitas dan kekompakkan kalian! Tak lupa terima kasih kepada Handy sebagai photographer YoSH! dalam menjepret kegiatan memasak kali ini.

 .

.

Jika kita masih berjodoh, semoga momen yang baik akan terjalin kembali !

Thank you, guYS!

(:

.

This slideshow requires JavaScript.

.

“Orang yang tulus dan ikhlas mungkin saja terlihat bodoh. Namun, kita tidak menyadari bahwa orang tersebut telah menjalin hubungan yang baik antar sesama. Jodoh yang baik pun senantiasa menghiasi kehidupannya.”
Advertisements