Jumat yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2010, saya dan beberapa teman mengikuti Talkshow Interaktif – Nyalakan Pelita Dharma di JW Marrott pukul 19:00 WIB. Pembicara utama adalah Bhikkhu Dhammasubho Mahathera dan Trie Utami. Acaranya lumayan seru dan menarik walaupun acaranya berakhir sekitar jam 23:30, tetapi kami tetap bertahan karena ada sesuatu yang membuat kami tidak ingin pulang ke rumah, yaitu Lucky Draw sebuah motor Vega-R. Hahaha..

Saya sempat bercanda dengan teman-teman ketika kami tetap bertahan demi sebuah lucky draw :

“Apakah ini sebuah kemelekatan?” Hahaha…

Namun, ada beberapa pelajaran yang bisa saya dapat dari seminar tersebut.

–          Mengenai telur, kentang, dan kopi.

–          Mengenai buah cempedak.

–          Mengenai pikiran dan target.

–          Mengenai ēndang dan éndang.

Telur, kentang, dan kopi


Ketiga hal tersebut memberikan istilah mengenai karakteristik seseorang.

Telur merupakan cairan yang lunak. Ketika dimasak, telur menjadi keras.

Seperti halnya manusia, ketika tidak dihadapi masalah, hatinya lembut dan lunak, namun ketika ada masalah, dia berani menghadapinya. Sifat karakteristiknya yang keras dan tangguh akan muncul.

Kentang merupakan sayuran yang keras. Ketika dimasak, kentang menjadi lunak.

Ketika manusia tidak dihadapi masalah, seseorang memiliki hati yang keras, namun ketika masalah muncul, dia malah takut dan menjadi lunak.

Kopi merupakan biji yang keras. Ketika dimasak, kopi tetap keras dan memberikan aroma yang khas.

Jadilah seperti sebiji kopi, dimana ketika tidak dihadapi dan juga dihadapi suatu masalah, kita bisa keras dan tetap tegar. Tidak takut dengan masalah yang sedang dihadapi. Malah, kita juga memberikan manfaat yang bisa dipetik oleh orang lain, layaknya aroma dari sebiji kopi ketika dimasak.

So, what do you prefer, an egg, potato, or coffee? (:

To be continued in the next writing.

Thanks.

Good luck – – –

Advertisements